Kamis, 30 Oktober 2014

Materi ERD

Menurut pendapat Kronke (2006) Entity Relationship Diagram (ERD) adalah adalah suatu pemodelan konseptual yang didesain secara khusus untuk mengidentifikasikan entitas yang menjelaskan data dan hubungan antar data.

Simbol-simbol Dalam ERD

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antardata dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antardata, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga komponen yang digunakan, yaitu :
  1. Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
  1. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
  1. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :
1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2). Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3). Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

Notasi Entity – Relationship:

Rabu, 29 Oktober 2014

Ibu Susi salah satu dari jutaan ibu kartini Indonesia

ingin sekali merepost artikel tentang beliau. Ibu Susi :)
Perempuan itu mengaku asli Jawa, wajar jika berbahasa Jawa. Namun karena bertahun-tahun berjibaku membangun bisnis di pantai Pangandaran, ia juga luwes berbahasa Sunda. Apa boleh buat, lantaran puluhan tahun melayani pelanggannya di manca negara, dan ia sering terbang ke sana dengan pesawatnya sendiri (ya, pesawatnya sendiri), ia pun bercakap bahasa Inggris seolah berlidah bule. Rasanya nyaris mustahil hal itu terjadi jika kita tahu masa lalunya, karena ia “cuma” lulusan SMP dan “hanya” bakul ikan laut. Wanita berkulit gelap eksotis itu bernama Susi Pudjiastuti.
Susi Pudjiastuti Pangandaran
Barangkali, April ini kebanyakan perempuan Indonesia mengingat Kartini, para pahlawan perempuan lain, serta perempuan perkasa lain yang ditulis media menjelang Hari Kartini. Namun, yang terbayang di benak saya saat ini justru seorang perempuan yang lolos dari pantauan media. Saya justru ingat Susi Pujiastuti — seorang perempuan pebisnis, yang membangun bisnisnya dari nol, sehingga menjadi perusahaan pengekspor hasil laut segar (lobster, tuna, udang, kakap) kelas kakap di Indonesia dengan nilai ekspor puluhan juta USD. Maka untuk menuntaskan rasa ingin tahu mengenai sosoknya, tim Niriah.com — portal ekonomi bisnis syariah yang kami bangun tahun lalu — berusaha mewawancarainya.
Tak mudah mendapatkan waktu wawancara karena ia terbang ke sana ke mari. Ketika ia ada waktu, sekretarisnya mengirim sms, bahwa kami akan diterima di Pangandaran. Kami dipersilahkan ke bandara Halim, Jakarta dan akan dijemput dengan pesawat Cessna menuju Pangandaran. Maka terbanglah Mumu, editor Niriah.com, dengan salah satu pesawat Susi Air — maskapai pesawat carter yang dibangun Susi — menuju pantai Selatan. Hasil pengamatan dan wawancaranya bisa dinikmati di Niriah.com: Susi Pudjiastuti: Sukses Berbisnis Lewat Jalur Alami.
Saya menulis di sini hanya untuk memberi catatan tambahan saja.
Pertama, ia seorang yang sukses karena gigih melewati proses.
Berbekal Rp 750 ribu hasil menjual gelang, kalung, dan cincin miliknya, Susi mulai jadi pengepul ikan pada 1983. Waktu itu ia baru sanggup membeli 1 kg, besoknya 2 kg, lusa 5 kg. Begitu seterusnya. Dalam tempo setahun, ia berhasil memasuki pasar Cilacap.
Makin maju usahanya, Susi lalu mulai menyewakan perahu untuk nelayan mencari ikan dan mobil untuk pengiriman. Kini ia punya ratusan perahu dan puluhan truk. Ia pun kemudian menjadi penyalur tetap hasil laut ke beberapa pabrik besar di Jakarta. Tiap hari, pukul 15.00, ia ke Jakarta untuk setor. Di tengah jalan, ia mampir ke Cikampek untuk mengambil kodok. Sampai di Jakarta malam. Setelah mandi dan istirahat ia langsung balik ke Pangandaran. “Begitu tiap hari,” tutur perempuan bersuara berat ini seperti dikutip Jawa Pos.
Ia terus berproses untuk maju.
Dari pengepul dan memasok pabrik dan restoran, ia kemudian meningkatkan diri menjadi produsen dan pengekspor hasil laut.
Kedua, dia selalu berusaha memberi nilai tambah.
Ia tahu, semakin segar ikan yang diekspornya, semakin tinggi pula harganya. Harga ikan dan udang yang fresh sampai ke Jepang kurang dari 24 jam, bisa dua kali lipat lebih mahal. Misalnya, ikan laut yang biasanya US$ 3/kg, maka kalau tiba kurang dari sehari semalam, harganya bisa menjadi US$ 8/kg. Itu sebabnya ia tak segan-segan membeli pesawat terbang Cessna agar ikan atau udang yang diekspor bisa tiba kurang dari 24 jam.
Ia juga tahu, semakin murni ikan itu dari bahan pengawet, semakin banyak diburu penggemarnya. Maka ia pun membuat pabrik pengolahan ikan tanpa bahan kimia. Pendinginnya pun ramah lingkungan karena menggunakan amoniak, bukan freon yang merusak ozon.
Ia juga paham, meski karyawannya bergelut dengan ikan setiap hari, mereka membutuhkan tempat kerja yang nyaman. Maka pabrik ikannya pun dibangun mirip mal — penuh dengan keramik dan kaca — meski untuk itu ia harus menggelontorkan biaya investasi yang lebih mahal.
Ketiga, ia mengamalkan ilmu ekonomi bisnis.
Susi AirJangan tanya teori kepadanya. Ia akan menggeleng. Ia memang tak dibekali ilmu akademis. Sekolah SMA saja DO. Jadi ketika ditanya apa resep suksesnya, ia tak mampu menjawab. Tapi coba perhatikan apa katanya kepada Niriah.com: “Menurut saya ilmu ekonomi itu alamiah. Kalau orang mau berdagang, ya sediakan barang yang bagus, kasih harga yang bagus, begitu saja.”
Ia memang tidak belajar secara akademis. Namun dari jejaknya, terlihat jelas bahwa ia justru mengamalkan berbagai ilmu manajemen yang banyak diteorikan oleh para pakar manajemen.
Dengan ketiga faktor itulah, menurut saya, ia bermetamarfosa dari ulat (seorang yang tekun menggeluti bisnisnya tanpa mengeluh, pantang menyerah) menjadi kupu-kupu (pengusaha hasil laut yang sukses). Kini kupu-kupu itu terbang makin tinggi karena ia juga membangun maskapai pesawat carteran, sebagai ekspansi usahanya. Pesawat Cessna yang semula hanya dipakai untuk mendukung ekspor hasil lautnya ternyata mampu menggugah semangat wirausahanya untuk masuk ke bisnis baru: pesawat carteran. Tahun ini ia bakal memiliki 14 pesawat kecil yang terbang ke daerah-daerah pelosok, termasuk Aceh dan Papua.

Sumber : http://www.sudutpandang.com/2008/04/susi-pudjiastuti-sudah-menjadi-kupu-kupu/

Selasa, 30 September 2014

Format membuat Paper/Makalah

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN DAFTAR ISI
HALAMAN GAMBAR/GRAFIK (JIKA ADA)

BAB I : PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Berisi tentang alasan pemilihan tema dalam pembuatan paper/makalah.

1.2. TUJUAN
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dengan pembuatan makalah/paper.

1.3. RUANG LINGKUP MATERI
Berisi tentang ilmu atau teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dalam makalah/paper.

BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI
Berisi tentang pembahasan dan penelitian tentang ilmu ataupun teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli berkaitan dengan tema makalah/paper yang dipilih. Materi yang dibahas secara teoritis dikaitkan dengan aplikasi praktis teori/ilmu tersebut dalam kenyataan kehidupan keseharian.
Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli jangan lupa mencantumkan nama, tahun atau buku yang pernah memuat teori tersebut. Sehingga sumber/nara sumbernya jelas dan tidak diragukan. Kalau membuat kutipan harap mencantumkan pula halaman di mana kutipan tersebut diambil.

BAB III : PEMBAHASAN

Berisi tentang data yang diperoleh di lapangan/kenyataan dan dikaitkan dengan ilmu atau teori yang sudah ada. Jika ada kesesuaian dibahas lebih lanjut dan dapat pula dimasukkan pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide.
Jika memang ditemukan ketidaksesuaian antara teori atau ilmu yang sudah ada dengan kenyataan di lapangan, hal ini juga perlu dibahas untuk melihat mengapa hal ini dapat terjadi.Dapat pula dimasukkan pendapat pribadi berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide sehingga antara kenyataan dengan ilmu yang ada, baik yang ada hubungannya maupun tidak, dapat dijelaskan dengan baik dan rinci.

BAB IV : PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.




4.2. USUL DAN SARAN
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.

DAFTAR PUSTAKA
Berisi seluruh sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah/paper. Daftar pustaka berupa buku, surat kabar, majalah, informasi dari situs internet dan lain-lain. Penulisannya secara lengkap dan mengikuti kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

LAMPIRAN
Berisi seluruh gambar/foto ataupun grafik atau juga data yang mendukung dalam pembuatan makalah.



Font: New Times Roman
Size: 12 pt
Spasi: 1.5
Kertas: F4/A4
Jumlah Halaman: minimal 25 halaman (isi) tidak termasuk daftar isi, kt pengantar, dsb.

Semoga Bermanfaat :)

Terimakasih ya Alloh :')

Hari ini aku dalam kekhusukan dan keihlasan dihadapan hamparan rezekimu.,
Kau ciptakan aku dari tiada, menjadi ada. Kemudian kau kembalikan aku kepadamu, Kehidupanku bejalan dan berputar sesuai dengan kehendakmu
Hari ini telah sampai usia ku dalam kedewasaan, jadikanlah aku menjadi khusuk dan tawaduk dalam menerimah hikmah dan berkahmu bertambah usia dalam hitungaku, berkurang pula usiaku dalam hitunganmu.

Dan terima kasih atas segala kebaikanmu meluangkan waktu untuk semua ini, semoga bahagia selalu. amin

Rabu, 17 September 2014

Jalan-Jalan Men edisi 13 September 2014











Subhanalloh ini adalah kejutan yang mengesankan seumur hidup terimakasih mas Panda, semoga langkah kita kedepan selalu dipermudah dan di ridhoi Alloh SWT. amin  :)


Selasa, 01 April 2014

My Personal Hero !

Setiap wejangan-wejangan yg beliau berikan selalu membuat mataku terbuka dan membuat pikiranku meloncat jauh ke masa depan. Meskipun sedikit lambat aku menyadari bahwa apa yang beliau ucapkan itu benar adanya. Merekalah orang tua dengan berbagai macam pengalaman hidup yg mengharukan. Tapi sepahit apapun sebuah perjuangan akan selalu membuahkan kenangan yg manis.  

Sepasang kakek dan nenek inilah yg selalu menginspirasi dalam hidupku. Semangat dalam menjalani hidup yg tak pernah redup. Perjuangan yang tak kenal lelah, dari mata mulai terbuka sampai matahari tenggelam. Selalu setiap hari mereka lakukan. Suka dan duka telah kami lalui bertahun-tahun, ini membuat aku sangat mengenal mereka. Aku sadar bahwa setiap manusia pasti mempunyai sisi baik dan buruk dan aku sangat bersyukur atas segala sisi baik yg mereka berikan kepadaku dan adikku. Sisi buruknya… Yah namanya juga orang tua pastilah cerewet sama anak, sama cucu. Orang tua mana yg gak cerewet ? wajarlah namanya juga orang tua. aku anggap saja mereka cerewet karena beliau sayang sama aku. Titik!

Terkadang aku iba karena beliau selalu kurus. Apa kurang makan ? haha sepertinya bukan. Justu aku sangat bersyukur dengan seusia beliau sekarang, beliau masih aktif dan energik. Mengayuh sepedah ke pasar, lari-larian kejar pedagang, setiap hari ke sawah. Mungkin ini yg membuat mereka kurus dan juga membuat beliau sehat dan energik. setiap makanan yg mereka makan  hampir semua kalorinya terbakar.  Mengingat zaman sekarang yg begitu banyak bermunculan jenis penyakit. Sampai obesitas adalah awal bermunculnya penyakit. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan yang baik untuk kakek dan nenek. Amin

Pernah suatu ketika ibuku menyuruh mereka istirahat karena usianya yg tak lagi muda. “Tak usah lagi kesawah tak usah lagi  ke pasar. Lereeen”.  Tapi beliau selalu menolak dengan bilang “Dari muda saya sudah terbiasa kerja. Sampai tuapun saya juga bakal kerja, trus aku disuruh ngapain lagi kalo gak kerja, lawong semangat hidupku itu ya kerja” (pake versi jawa lo ya ) kata-kata beliau ini selalu memacu semangatku untuk selalu  belajar dan bekerja. Si kakek-nenek aja semangat hidupnya besar banget apalagi kita yang masih muda yang masih panjang jalan hidupnya gak boleh kalah gak boleh  males-males an. Ayo semangat-semangat !!!